Negara yang Dibom AS Tahun 2025, Mulai Venezuela hingga Iran


Pengaruh global Amerika Serikat dalam berbagai operasi militer di tahun 2025 menunjukkan pergeseran signifikan dari janji-janji yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Donald Trump. Meskipun ia sering menyebut dirinya sebagai "presiden perdamaian", data lembaga pemantau konflik internasional menunjukkan bahwa Washington telah terlibat dalam ratusan operasi militer di luar negeri sejak awal masa jabatannya pada 20 Januari 2025.

Daftar Negara yang Dibom Amerika Serikat Tahun 2025

Venezuela dan Kawasan Karibia

Amerika Serikat melakukan serangan udara ke fasilitas dermaga di wilayah Venezuela pada akhir 2025. Serangan ini menjadi aksi militer pertama AS di daratan Venezuela sejak Washington mulai menargetkan kapal-kapal Venezuela di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur pada September 2025.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ledakan besar terjadi di area dermaga tempat kapal-kapal pengangkut narkoba diperkirakan memuat barang tersebut. Ia menyebut lokasi itu sebagai "area implementasi" dan mengklaim bahwa area tersebut "tidak ada lagi sekarang".

Selain serangan ke daratan, AS juga menyita dua kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada Desember 2025, yang diklaim sebagai bagian dari "armada bayangan" pengangkut minyak bersanksi.

Human Rights Watch melaporkan sedikitnya 95 orang tewas akibat serangan terhadap kapal-kapal kecil di Karibia dan menuduh Amerika Serikat melakukan “pembunuhan di luar proses hukum”. Pemerintah Venezuela menuding Washington menggunakan isu narkoba sebagai dalih untuk mendorong perubahan rezim.

Serangan AS ke Venezuela terus berlanjut hingga awal Januari 2026 yang berujung pada operasi militer berskala besar dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026). Maduro dilaporkan diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal Amerika Serikat.

Nigeria

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Nigeria pada Hari Natal, 25 Desember 2025. Trump menyebut serangan tersebut sebagai aksi “kuat dan mematikan” terhadap kelompok yang diklaim berafiliasi dengan ISIS di Negara Bagian Sokoto, Nigeria barat laut.

Serangan ini menjadi aksi militer kinetik pertama Amerika Serikat yang diketahui terjadi di Nigeria. Pengamat menilai waktu serangan bertepatan dengan upaya Trump merespons tekanan politik dari kelompok pendukung Kristen konservatif di Amerika Serikat.

Somalia

Amerika Serikat secara signifikan meningkatkan serangan udara di Somalia sepanjang 2025. Washington menargetkan kelompok al-Shabab dan ISIS-Somalia, dua kelompok bersenjata yang aktif di wilayah tersebut.

Investigasi Drop Site News mengungkap sedikitnya 11 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak, tewas dalam serangan AS di wilayah Lower Juba pada Desember 2025. Pemerintah Amerika Serikat tidak mengungkap data resmi korban sipil dalam operasi militernya di Somalia.

Suriah

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke 70 lokasi ISIS di Suriah pada 19 Desember 2025. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas penembakan di Palmyra yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut serangan tersebut sebagai “deklarasi balas dendam” terhadap ISIS. Amerika Serikat telah lama menempatkan pasukan di Suriah untuk memburu ISIS sejak kelompok tersebut kehilangan wilayah kekuasaannya pada pertengahan 2010-an.

Iran

Amerika Serikat menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran pada 22 Juni 2025. Serangan tersebut menargetkan Natanz, Isfahan, dan Fordow, yang terlibat dalam pengayaan uranium.

Trump mengatakan serangan itu bertujuan menghentikan “ancaman nuklir” Iran. Iran mengonfirmasi kerusakan besar pada fasilitas nuklirnya dan membalas dengan serangan simbolis ke pangkalan AS di Qatar.

Yaman

Amerika Serikat terus menggempur kelompok Houthi di Yaman sepanjang awal 2025. Serangan meningkat menjadi hampir setiap hari pada Maret 2025 dalam operasi bernama Operation Rough Rider.

Kementerian Kesehatan Yaman menyebut sedikitnya 123 orang tewas, sebagian besar warga sipil. Gencatan senjata akhirnya tercapai pada 6 Mei 2025 melalui mediasi Oman.

Irak

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Provinsi Anbar, Irak, pada 13 Maret 2025. Serangan tersebut menewaskan wakil pimpinan ISIS, Abdallah “Abu Khadijah” al-Rifai.

Perdana Menteri Irak menyebut al-Rifai sebagai “salah satu teroris paling berbahaya di Irak dan dunia”.

Kritik Terhadap Kebijakan Militer Trump

Trump sebelumnya berjanji akan mengakhiri keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik asing. Namun, Sarang Shidore dari Quincy Institute menilai kebijakan Trump “kurang didukung diplomasi jangka panjang”.

Serangan-serangan Amerika Serikat sepanjang 2025 menunjukkan kebijakan luar negeri Washington masih sangat bertumpu pada kekuatan militer di tengah dinamika geopolitik global.

0 Response to "Negara yang Dibom AS Tahun 2025, Mulai Venezuela hingga Iran"

Post a Comment