Kalium merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan, mengontrol kontraksi otot, serta memastikan irama jantung tetap stabil.
Ketika tubuh Ibu kekurangan potasium, beberapa fungsi tubuh mulai mengalami gangguan dan menyebabkan perubahan yang sering kali tidak terasa. Karena gejalanya muncul secara perlahan, banyak orang baru menyadari kondisi ini ketika tubuh terasa sangat lemah.
Menurut The American Heart Association, kadar kalium rendah dapat memengaruhi saraf, otot, dan tekanan darah. Oleh karena itu, Ibu perlu mengenali gejalanya sejak awal, agar kondisi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih parah.
Berikut Erfa Newsakan membahas mengenai 8 tanda tubuh yang kekurangan potassium. Mari simak penjelasan berikut ini.
1. Otot mudah berkedut
Saat kadar kalium menurun, sinyal saraf ke otot menjadi tidak stabil, sehingga otot bisa bergetar tanpa alasan yang jelas. Ibu mungkin merasakan getaran halus di paha atau kelopak mata yang muncul secara berulang.
Hal ini terjadi karena tubuh mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan cairan elektrolit. Beberapa individu juga mengalami sensasi otot yang "bergetar" secara tiba-tiba saat sedang beristirahat.
Jika dibiarkan, kejang otot bisa berkembang menjadi kram atau kontraksi yang menyebabkan rasa sakit. Jangan meremehkan tanda ini karena bisa berisiko.
Menurut Institut Kesehatan Nasional (NIH), ketidakseimbangan kadar kalium secara langsung berdampak pada fungsi neuromuskular. Oleh karena itu, Ibu perlu waspada jika muncul kejang otot yang lebih sering dari biasanya.
2. Detak jantung meningkat lebih cepat
Kalsium memainkan peran penting dalam menjaga irama jantung tetap stabil. Ketika kadar kalsium rendah, jantung bisa berdetak tidak normal atau terasa seperti "berhenti sejenak".
Perasaan ini sering muncul secara tiba-tiba, bahkan ketika Ibu sedang duduk tenang. Dalam beberapa kondisi, tubuh juga terasa mudah lelah setelah melakukan aktivitas ringan.
American Heart Associationmenyatakan bahwa hipokalemia (kekurangan kalium) dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aritmia. Jika Ibu sering merasakan jantung berdebar tanpa alasan yang jelas, segera konsultasikan ke dokter agar memastikan kondisi tetap dalam keadaan aman.
3. Tubuh terasa sangat lesu
Kalium berperan dalam mengirimkan energi ke sel-sel otot. Oleh karena itu, ketika kadar kalium menurun, energi Ibu juga akan berkurang. Kegiatan sekecil naik tangga atau membawa belanjaan bisa terasa jauh lebih melelahkan daripada biasanya.
Banyak orang menganggapnya sebagai kelelahan biasa, padahal bisa jadi tanda kadar elektrolit dalam tubuh sedang menurun. Jika terjadi secara rutin, Ibu perlu lebih waspada.
Cleveland Clinicmenyatakan bahwa kadar kalium yang rendah mengganggu kontraksi otot dan pengiriman energi, sehingga tubuh mudah merasa lemah. Jika kelemahan ini terjadi setiap hari, Ibu perlu lebih memperhatikan asupan mineral harian.
4. Konstipasi tanpa penyebab yang jelas
Kalium berperan dalam mengontrol gerakan otot pada saluran pencernaan. Bila kekurangan, usus akan bekerja lebih lambat dan menyebabkan sembelit. Ibu mungkin merasakan perut terasa penuh, kembung, atau buang air besar menjadi lebih jarang.
Keadaan ini dapat terjadi kembali meskipun Ibu telah mengonsumsi cukup serat. Bahkan, beberapa orang mengalami sakit perut akibat proses pencernaan yang terganggu.
Menurut Mayo Clinic, hipokalemia dapat mengurangi kecepatan gerak usus secara signifikan. Jika sembelit berlangsung lama, jangan diabaikan ya Ma.
5. Mati rasa pada tangan atau kaki
Ketika keseimbangan elektrolit terganggu, sinyal saraf juga mengalami perubahan. Hal ini bisa menyebabkan rasa kesemutan atau seperti tertusuk jarum pada tangan dan kaki. Kondisi ini sering muncul ketika Ibu bangun dari tidur atau duduk dalam waktu yang lama.
Perasaan ini dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Dalam kasus yang parah, muncul rasa mati rasa atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.
Johns Hopkins Medicinemenyatakan bahwa kadar kalium yang rendah berdampak pada pengiriman impuls saraf yang mengatur rasa tubuh. Oleh karena itu, jika kebas semakin sering terjadi, Ibu perlu waspada.
6. Sering merasa pusing ketika berdiri
Kekurangan kadar kalium dapat memengaruhi keseimbangan tekanan darah. Saat Ibu tiba-tiba berdiri, tubuh mengalami kesulitan dalam menyesuaikan aliran darah, sehingga membuat kepala terasa pusing atau gelap sejenak.
Ini dikenal sebagai vertigo ortostatik. Banyak orang mengabaikannya, padahal bisa menjadi tanda tubuh kekurangan elektrolit yang penting.
American Journal of Hypertensionmengingat bahwa kandungan kalium berkaitan langsung dengan pengaturan tekanan darah. Jadi, jika Ibu sering merasa pusing, bisa jadi tingkat kalium sedang menurun.
7. Sulit konsentrasi
Kalium berperan dalam menjaga fungsi sel otak agar bekerja dengan baik. Jika kekurangan, konsentrasi Ibu mungkin menurun, kesulitan mengingat informasi, atau merasa "kosong" saat bekerja.
Perubahan ini terkadang dianggap sebagai stres biasa, namun dapat menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan mineral. Pada sebagian orang, kekurangan kalium juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang mudah berubah.
NIHmenjelaskan bahwa ketidakseimbangan elektrolit dapat memengaruhi kemampuan kognitif serta komunikasi antar sel saraf dalam otak. Jadi, jika Ibu sering merasa bingung, jangan dianggap remeh saja.
8. Tangan dan kaki cenderung mengalami pembengkakan
Kadar kalium yang rendah mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan menyebabkan cairan menumpuk di jaringan. Akibatnya, tangan, kaki, atau pergelangan tangan Mama tampak membengkak dan terasa kencang.
Bengkak bisa saja tidak nyeri, tetapi sangat mengganggu. Kondisi ini cenderung memburuk setelah Ibu mengonsumsi makanan yang asin.
Dalam penelitian Jurnal Elektrolit dan Tekanan Darah, kadar kalium yang rendah menyebabkan peningkatan retensi natrium yang berakibat pada pembengkakan. Hal ini menunjukkan jelas bahwa tubuh membutuhkan mineral tambahan.
Kekurangan kandungan kalium dapat menyebabkan berbagai keluhan yang memengaruhi tingkat energi, jantung, dan sistem saraf Ibu. Meskipun gejalanya terlihat biasa saja, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi masalah yang lebih parah.
Menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard T.H. Chan, kalium memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan tekanan darah dan kemampuan fungsi otot.
Untuk mempertahankan kandungannya, Ibu dapat mengonsumsi makanan seperti pisang, alpukat, kentang, bayam, yogurt, dan kacang-kacangan.
Sekarang Ibu sudah memahami 8 tanda tubuh yang kekurangan kalium. Dengan perawatan sederhana dan pola makan seimbang, tubuh Ibu dapat kembali bugar dan semakin sehat setiap hari.
Tanda-Tanda Tubuh Saat Wanita Sedang Subur 7 Tanda Tubuh Kurang Besi, Bisa Menyebabkan Anemia 7 Tanda Tubuh Membutuhkan Magnesium untuk Menjaga Kesehatan







0 Response to "8 tanda tubuh kekurangan kalium, waspada bahaya jantung!"
Post a Comment