
Erfa NewsMasa liburan akhir tahun telah berakhir, saatnya kembali sekolah untuk memulai rutinitas belajar. Berdasarkan kalender pendidikan, sejumlah sekolah kembali memulai aktivitas belajar mengajar pada hari pertama semester genap yang jatuh pada Senin, 5 Januari 2026.
Memasuki hari pertama sekolah, para guru umumnya mengarahkan siswa untuk menuliskan pengalaman liburan mereka.
Tugas ini bertujuan untuk mengasah kemampuan literasi, sekaligus melatih keterampilan komunikasi dan teknik menulis siswa secara kreatif
Berikut ini adalah 15 contoh cerita liburan sekolah di rumah merangkum dari Tribunnews dan Sripoku.com:
1. Liburan Semester di Rumah Bersama Keluarga
Hari terakhir sekolah sebelum libur semester terasa sangat melegakan. Aku pulang dengan senyum lebar karena tahu akan menikmati liburan panjang di rumah. Meskipun tidak bepergian, aku sudah membayangkan hari-hari santai tanpa bangun pagi untuk berangkat ke sekolah.
Selama liburan, aku sering membantu ayah membersihkan halaman dan menemani ibu memasak. Kami juga memasang hiasan Natal sederhana di ruang keluarga. Setiap malam, kami menonton acara televisi bersama sambil menikmati suasana libur yang jarang kami rasakan saat hari sekolah.
Perayaan Natal menjadi puncak kebersamaan kami. Kami saling bertukar ucapan dan doa, berharap kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih baik. Aku merasa liburan di rumah justru membuat hubungan keluarga menjadi lebih dekat dan hangat.
Saat malam pergantian tahun menuju 2026, aku menatap kembang api dari kejauhan. Dalam hati, aku berjanji untuk menjalani semester baru dengan lebih sungguh-sungguh. Liburan semester di rumah ternyata tidak membosankan, melainkan penuh pelajaran tentang kebersamaan dan rasa syukur.
2. Hari-Hari Libur yang Penuh Kehangatan
Libur semester akhir tahun selalu menjadi waktu yang paling aku tunggu. Setelah menerima rapor, aku resmi memasuki masa liburan yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru. Aku memutuskan untuk menikmati hari-hari libur di rumah agar bisa beristirahat dengan tenang.
Setiap hari aku bangun lebih siang dan menghabiskan waktu dengan membaca atau menulis cerita pendek. Di sore hari, aku sering membantu ibu menyiapkan kue untuk perayaan Natal. Aktivitas sederhana itu membuat waktu liburan terasa cepat berlalu namun penuh kesan.
Pada Hari Natal, rumah kami dipenuhi suasana hangat dan damai. Kami makan bersama dan berbagi cerita tentang rencana di masa depan. Aku merasa sangat bersyukur bisa merayakan Natal bersama keluarga tanpa terburu-buru oleh aktivitas sekolah.
Saat Tahun Baru 2026 tiba, aku menutup liburan dengan perasaan bahagia. Liburan di rumah memberiku kesempatan untuk menenangkan pikiran dan menata kembali semangat belajar. Aku siap menghadapi semester baru dengan hati yang lebih ringan dan penuh harapan.
3. Liburan Rumah yang Mengajarkan Arti Bersyukur
Liburan semester kali ini aku habiskan sepenuhnya di rumah. Setelah melalui ujian akhir semester, aku merasa sangat lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Bertepatan dengan perayaan Natal, suasana rumah menjadi lebih hangat dan menenangkan.
Aku mengisi hari-hari libur dengan membantu orang tua dan bermain bersama adik. Kami juga menyiapkan dekorasi Natal sederhana yang membuat rumah tampak lebih ceria. Meski tanpa liburan ke luar kota, aku tetap merasa senang karena bisa menikmati kebersamaan.
Perayaan Natal menjadi momen paling berkesan selama liburan. Kami berdoa bersama dan mengucap syukur atas segala hal yang telah dilalui selama setahun terakhir. Kebersamaan itu membuatku menyadari betapa berharganya waktu bersama keluarga.
Ketika Tahun Baru 2026 tiba, aku menatap masa depan dengan penuh harapan. Liburan di rumah mengajarkanku arti bersyukur dan menikmati hal-hal sederhana. Dengan semangat baru, aku siap melangkah menghadapi tantangan di semester berikutnya.
4. Liburan Semester, Aku dan Misi Bangun Siang
Libur semester akhir tahun akhirnya tiba, bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru 2026. Setelah berbulan-bulan bangun pagi demi sekolah, aku bertekad memanfaatkan liburan di rumah untuk balas dendam dengan bangun siang. Bagiku, bangun setelah matahari tinggi adalah hadiah Natal paling membahagiakan.
Namun, rencanaku tidak berjalan mulus karena ibu selalu membangunkanku dengan alasan membantu menyiapkan hiasan Natal. Setiap kali aku mencoba tidur lagi, suara sapu dan panci menjadi alarm paling efektif. Aku pun sadar bahwa liburan di rumah tetap punya jadwal, meskipun tanpa bel sekolah.
Malam Natal kami lewati dengan makan bersama dan bercanda. Ayah sempat menertawakanku karena hampir tertidur saat doa bersama. Semua tertawa, dan aku merasa liburan semester ini meski sederhana, penuh cerita lucu.
Saat Tahun Baru 2026 tiba, aku menyusun resolusi baru, yaitu belajar bangun pagi tanpa drama. Liburan di rumah mengajarkanku bahwa tidur siang memang nikmat, tapi kebersamaan keluarga jauh lebih menyenangkan.
5. Pohon Natal yang Lebih Pendek dari Aku
Libur semester kali ini aku habiskan sepenuhnya di rumah. Karena Natal semakin dekat, ayah mengajakku memasang pohon Natal. Sayangnya, pohon Natal kami jauh lebih pendek dari tahun lalu dan terlihat seperti semak cemara yang kebingungan.
Aku dan adik tetap menghiasnya dengan penuh semangat. Lampu kelap-kelip kami pasang berlebihan sampai pohonnya terlihat seperti lampu lalu lintas. Meski bentuknya aneh, kami justru tertawa setiap kali melihat hasil karya kami sendiri.
Saat Hari Natal tiba, ibu hanya bisa menggelengkan kepala melihat pohon Natal itu. Namun, suasana rumah tetap hangat dan penuh tawa. Liburan semester di rumah terasa lebih seru dengan kejadian-kejadian tak terduga.
Menjelang Tahun Baru 2026, aku menyadari bahwa kebahagiaan liburan tidak diukur dari kemewahan. Pohon Natal yang lucu dan sederhana justru menjadi kenangan paling berkesan di liburan kali ini.
6. Resolusi Tahun Baru yang Bertahan Setengah Hari
Libur semester adalah waktu yang tepat untuk membuat resolusi, pikirku. Menjelang Tahun Baru 2026, aku menuliskan resolusi dengan penuh semangat, mulai dari rajin belajar hingga membantu orang tua. Aku merasa sangat dewasa saat menuliskannya.
Sayangnya, resolusiku mulai runtuh di hari pertama. Aku berjanji bangun pagi, tetapi malah bangun menjelang siang. Aku juga berencana membaca buku, tetapi malah menonton film Natal sampai tertidur di sofa.
Pada Hari Natal, aku tetap membantu orang tua, meski sesekali mengeluh. Kami tertawa saat membahas resolusiku yang belum bertahan lama. Liburan semester di rumah ternyata lebih jujur daripada daftar resolusi.
Saat Tahun Baru resmi tiba, aku belajar satu hal penting. Resolusi boleh saja panjang, tetapi menikmati momen liburan bersama keluarga jauh lebih utama. Setidaknya, resolusiku untuk bahagia sudah tercapai.
7. Liburan di Rumah dan Drama Kue Natal
Liburan semester di rumah seharusnya tenang, tetapi berubah menjadi drama saat ibu mengajakku membuat kue Natal. Aku yang jarang ke dapur merasa percaya diri, meskipun sebenarnya lebih ahli membuka bungkus makanan daripada memasaknya.
Aku salah menakar gula dan tepung, membuat adonan kue terlihat mencurigakan. Saat kue matang, bentuknya tidak jelas antara kue atau biskuit keras. Seluruh keluarga tertawa saat mencicipinya, meski rasanya masih bisa ditoleransi.
Di Hari Natal, kue buatanku tetap disajikan di meja. Ayah bercanda bahwa kue itu cocok dijadikan kenang-kenangan, bukan untuk dimakan. Liburan semester di rumah pun penuh tawa karena kejadian kecil seperti ini.
Menjelang Tahun Baru 2026, aku menyadari bahwa kegagalan kecil justru membuat liburan lebih berwarna. Meski kue Natalnya gagal, kenangan lucunya akan selalu diingat.
8. Tahun Baru, Kembang Api, dan Kantuk Berat
Libur semester akhir tahun membuatku sering begadang. Aku berniat menyambut Tahun Baru 2026 dengan penuh semangat, meskipun sebenarnya sudah sangat mengantuk sejak pukul sepuluh malam. Aku bertahan hanya demi melihat kembang api.
Malam Natal sebelumnya saja aku hampir tertidur saat menonton film bersama keluarga. Namun, suasana hangat dan camilan membuatku tetap terjaga. Liburan di rumah memang membuat waktu tidur jadi berantakan.
Saat malam Tahun Baru tiba, aku berjuang melawan kantuk. Tepat saat kembang api pertama meledak, aku hampir terlelap. Untungnya, sorakan keluarga membuatku kembali sadar dan ikut menghitung mundur.
Ketika Tahun Baru 2026 resmi dimulai, aku tertawa karena berhasil bertahan sampai tengah malam. Liburan semester di rumah memang sederhana, tapi penuh momen lucu yang akan selalu kuingat.
9. Membantu Ibu Membuat Kue
Libur akhir tahun ini aku mengisi waktu dengan membantu ibu membuat kue.
Ketika saya membantu ibu, saya terlalu lama memanggan kue sehingga kuenya gosong. ibu memarahi saya dan menyuruh saya untuk mengulang membuat kue dari awal.
Saya malu, karena saat kami membuat kue,sepupu saya melihatnya dan menertawai saya. akhirnya dia pun membantu saya membuat kue. setelah membuat kue,saya membersihkan rumah,mencuci piring dan menyapu halaman.
Semua pekerjaanku dibantu oleh sepupu saya sehingga semuanya terasa mudah.
10. Liburan di Rumah
Selama liburan saya, saya memutuskan untuk menghabiskan beberapa waktu di rumah. Ini adalah perubahan yang diharapkan dari rutinitas saya yang biasa pergi ke sekolah dan mengerjakan PR.
Saya menghabiskan beberapa hari pertama hanya beristirahat dan mengambil beberapa jam tidur yang sangat dibutuhkan. Saya juga menghabiskan banyak waktu dengan keluarga saya, yang menyenangkan karena kami tidak selalu bisa menghabiskan sebanyak waktu bersama yang kami inginkan.
Salah satu hal yang paling saya sukai tentang tinggal di rumah adalah bisa memasak makanan sendiri. Saya suka memasak, dan saya bisa mencoba beberapa resep baru yang sudah lama ingin saya coba. Saya juga membuat beberapa hidangan favorit saya, seperti lasagna terkenal ibu saya dan ayam panggang lezat ayah saya.
Hal lain yang saya sukai adalah bisa menyegarkan kembali beberapa acara TV dan film favorit saya. Saya bisa menonton banyak rilis baru yang saya lewatkan saat saya sibuk di sekolah. Saya juga menghabiskan beberapa waktu bermain video game dan membaca buku, yang menyenangkan untuk beristirahat dan melepaskan stress.
Secara keseluruhan, saya menikmati waktu liburan di rumah. Ini adalah istirahat yang sangat dibutuhkan dari rutinitas saya yang biasa, dan menyenangkan bisa menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga saya. Saya sudah sangat menantikan liburan berikutnya di rumah.
11. Memancing Bersama Ayah
Saya mengisi waktu libur tahun baru dengan pergi memancing ikan bersama ayah.
Ayah saya mengajak saya pergi memancing bersamanya di sungai pada hari minggu pagi. Sungai itu terbentang membelah kebun kelapa sawit milik kami. Kami sarapan dulu di rumah dan kemudian berangkat sangat pagi dengan menggunakan sepeda motor.
Saat kami sampai di kebun kami, ayah saya memarkir motor itu di bawah pondok. Dia memintaku untuk mengumpulkan beberapa kayu kering dan rumput atau daun kering. Ketika saya sudah mengumpulkan kayu dan daun kering yang cukup, ayah saya menyalakan api di tengah tungku. Dia bilang bahwa asap dari api tersebut akan menakuti beberapa hewan berbahaya seperti beruang dan babi hutan untuk mendekat ke pondok sehingga hal itu akan membuat kami lebih aman.
Setelah membersihkan beberapa rumput liar disekitar pondok, ayah saya memberi saya sebuah cangkul dan meminta saya untuk menggali tanah untuk mencari cacing. Saat saya sudah memiliki jumlah cacing yang cukup, saya membawanya ke ayah saya dan kami langsung pergi ke sungai.
Kami memasang cacing di kail sebagai umpan untuk menangkap ikan. Sebagai pemancing pemula, saya tidak bisa memasang cacing pada kail dengan benar, dan terlihat seakan akan itu hampir jatuh dari kail, tapi ayah saya bilang itu tidak apa apa.
Ayahku baik sekali mau mengajarkanku dengan sabar hingga pada akhirnya aku bisa dengan sendirinya memancing serta mendapat hasil tangkapan berupa udang. Pada akhirnya saya sudah mengerti trik dan caranya dan berhasil menangkap udang yang banyak. Kemudian sebelum kami pulang ke rumah, kami memasak udang itu di pondok dan menyantapnya bersama.
12. Membantu Pekerjaan Orang Tua
Selama liburan saya tidak pergi kemana mana, saya hanya diam di rumah saja. Namun selama liburan saya suka membantu pekerjaan orangtua saya, sehingga saya bisa meringankan aktivitasnya dan orangtua saya pun tidak terlalu lelah dalam mengerjakan aktivitasnya seharian.
Aktivitas yang sering saya lakukan misalnya : membantu memasak, membereskan ruangan rumah, mencuci pakaian, mencuci piring, menjaga warung,dan lain lain. Itulah aktivitas yang suka saya lakukan selama liburan, walaupun cukup melelahkan tetapi saya senang bisa membantu orangtua saya.
Sebenarnya semua aktivitas tersebut sering saya lakukan walaupun bukan pada hari libur, tetapi kalau bukan pada hari libur saya melakukannya jika ada waktu luang saja, karena terkadang saya suka sibuk dengan tugas tugas dari sekolah, bahkan pulang sekolah pun suka sampai sore.
Bagi saya liburan kemarin itu sngat menyedihkan dan membosankan sekali, tetapi setidaknya saya merasa senang karena saya bisa membantu meringankan pekerjaan orangtua dirumah. itulah pengalaman saya selama liburan
13. Pergi ke Rumah Saudara
Selama liburan, saya dan keluarga pergi ke rumah saudara di Bandung dua minggu yang lalu. Itu merupakan perjalanan pertama saya selama sebulan kemarin. Kami sampai di Bandung pada malam hari dan udara sangat dingin.
Kami menghabiskan waktu selama tujuh hari dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti pergi ke mall, berenang, makan di restoran dan ngobrol bersama. Selain itu saya juga membantu saudara untuk membersihkan rumah karena saya dan saudara saya sering bermain di dalam rumah.
Setelah tujuh hari, saya pulang ke rumah saya dan mulai mempersiapkan peralatan untuk kembali ke sekolah. Liburan kali ini sangat menyenangkan. Banyak pengalaman baru yang saya temukan di Bandung.
14. Merawat Kucing
Awal liburan menjadi kesedihan bagi saya karena tiga kucing saya sakit mulai dari saya liburan hingga sekarang saat masuk sekolah. Awalnya kucing muntah dan tidak mau makan dan minum. Setelah itu saya bawa ke dokter. Kata dokter, kucing saya sakit. Ibu yang tau nama penyakit si kucing.
Akhirnya kucing saya bawa pulang dengan beberapa obat yang harus dikasih saat kucing makan. Kasihan sekali kucing saya yang tidak berdaya. Lalu beberapa hari kemudian, dua kucing lainnya terlihat lemas dan tidak bersuara.
Ternyata dua-duanya juga sakit. Lalu saya membawa kucing saya ke dokter lagi dan diberikan obat lagi. Sampai saat ini kucing saya masih terlihat lemas tidak mau diajak bermain. Saya selalu mengusap badan mereka dan memberikan makanan serta minuman dan obat.
15. Liburan Tenang di Rumah Menjelang Tahun Baru
Libur semester akhir tahun 2025 menjadi momen yang sangat dinanti olehku setelah melewati ujian yang cukup melelahkan. Tidak seperti teman-temanku yang pergi berlibur ke luar kota, aku memilih menghabiskan waktu liburan di rumah bersama keluarga. Suasana rumah terasa lebih hangat karena bertepatan dengan perayaan Natal yang penuh kebersamaan dan damai.
Setiap pagi, aku membantu ibu menyiapkan hidangan sederhana sambil mendengarkan lagu-lagu Natal yang mengalun pelan. Ayah menghias ruang tamu dengan lampu kecil dan pohon Natal, membuat rumah kami terasa lebih ceria. Meski tidak bepergian, aku merasa liburan kali ini tetap istimewa karena diisi dengan kebersamaan yang jarang terjadi saat hari sekolah.
Pada malam Natal, kami berkumpul bersama untuk berdoa dan makan malam bersama. Kami saling berbagi cerita tentang pengalaman selama satu semester terakhir, termasuk harapan dan rencana untuk masa depan. Suasana penuh kehangatan itu membuatku sadar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan jauh.
Menjelang Tahun Baru 2026, aku menuliskan resolusi sederhana di buku harian. Aku berharap bisa belajar lebih rajin, menjadi pribadi yang lebih disiplin, dan tetap bersyukur atas hal-hal kecil. Liburan di rumah mengajarkanku bahwa ketenangan dan kebahagiaan sering kali hadir di tempat yang paling dekat, yaitu keluarga.
0 Response to "15 ide cerita pendek liburan sekolah di rumah 2026, membantu ibu dan bersama keluarga"
Post a Comment