Maman Suherman Masih Berduka, 6 Fakta Pembunuhan Anaknya di Cilegon

Maman Suherman Masih Berduka, 6 Fakta Pembunuhan Anaknya di Cilegon

Kasus Pembunuhan Bocah di Cilegon: Fakta-Fakta Terbaru yang Menggemparkan

Kepergian MAMH, seorang pelajar kelas 4 SD yang tewas dalam kondisi banyak luka tusuk di rumahnya, Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Blok C5 Nomor 8, Ciwaduk, Kota Cilegon, Provinsi Banten, telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Enam hari setelah kejadian, misteri kasus ini masih belum terpecahkan, dan berbagai fakta baru mulai terungkap melalui penyelidikan pihak kepolisian.

ART Pulang Sebelum Pembunuhan

Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menyebutkan bahwa rumah besar itu tidak memiliki satpam pribadi. Petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut bernama Sukir mengatakan ada dua asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah Maman Suherman. Dua ART itu pulang sebelum kejadian. Salah satu dari mereka pulang pada pukul 11.00 WIB, sedangkan yang lain pulang sekitar pukul 14.00 WIB.

Maman Suherman di Tempat Kerja

Awal mula terungkapnya kasus pembunuhan ini terjadi saat sekitar pukul 14.20 WIB, ayah korban yakni Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya bernama D. Mendapat kabar tersebut, Maman Suherman yang saat itu berada di tempat kerjanya langsung pulang ke rumah. Tiba di rumah dan membuka pintu, Haji Maman demikian dia disapa, mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat.

CCTV di Rumah Mati

Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengakui CCTV di rumah mati saat kasus pembunuhan terjadi. Ia menjelaskan bahwa CCTV tersebut rusak selama dua minggu terakhir. Polisi akan mengecek rekaman CCTV milik tetangga rumah mewah tersebut untuk mencari petunjuk. Selain itu, pihak kepolisian juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk nantinya bisa membongkar kasus tewasnya bocah tersebut.

Tidak Ada Barang Hilang

AKP Sigit Dermawan mengatakan dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan adanya barang yang hilang di rumah itu. Sigit mengatakan pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan peristiwa yang merenggut nyawa korban akibat perampokan atau bukan. Komisaris Jenderal Purnawirawan Polisi Susno Duadji, Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, menjawab soal tidak ada barang yang hilang dari rumah itu. Ia menyatakan bahwa pelaku mungkin ingin ciderai anak dan keluarga yang lain.

Saat Kejadian Hujan Deras

Menurut laporan Kompas.TV, pembunuhan itu terjadi saat hujan deras di kompleks perumahan itu. Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Prof. Adrianus Meliala menyatakan bisa saja pelaku berniat melakukan perampokan namun aksinya diketahui korban yang berada di rumah. Kata dia, pelaku bisa saja merupakan orang dekat seperti asisten rumah tangga, satpam, atau tamu yang tidak termonitor.

Empat Orang Dipecat Maman Suherman

Kapolres Cilegon AKBP Marua Raja Silitonga menyatakan bahwa polisi masih terus mendalami kasus itu. Staf Ahli Kapolri Hermawan Sulistyo mengatakan polisi harus memeriksa semua orang yang berhubungan dengan keluarga korban. Mulai dari lingkungan pekerjaan orang tua, teman-teman korban, ART, satpam, dan sebagainya.

Korban Bukan Target Utama Pelaku

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menduga korban bukan target utama pelaku. MAHM diduga kuat hanya merupakan pengganti bagi pelaku untuk menyasar target lainnya, misal orang tua korban. Serangan itu dilakukan sebab pelaku merasa tak mungkin menargetkan orang tua korban secara frontal.



0 Response to "Maman Suherman Masih Berduka, 6 Fakta Pembunuhan Anaknya di Cilegon"

Post a Comment